Barangkali, mengunjungi tanah suci, bersujud langsung di depan Ka’bah adalah impian bagi setiap muslim. Dan ketika kesempatan itu dapat kita rasakan, niscaya menjadi pengalaman yang seumur hidup tak akan terlupakan.
.
Itulah yang aku rasakan pada bulan Ramadhan tahun 2011 lalu.
.
Sebuah pengalaman yang kurasakan masih amat singkat, tapi begitu membekas di hatiku: menjalani umroh untuk pertama kalinya. Memandang Ka’bah dengan mata kepalaku langsung untuk kali pertama.
Ini adalah ajakan ketiga setelah beberapa kali aku tolak 😭 sejak 2006, tapi ini adalah takdir terindah yang ALLAH SWT karuniakan untuk aku.
.
Indahnya perjalanan ini adalah pengalamannya, dan tidak dapat dideksripsikan dengan kata kata.
Sahabat mungkin telah membaca apa saja lokasi-lokasi penting dan bagian bagian ritual umrah beserta sejarahnya, mungkin juga pernah melihat fotonya beserta perubahannya dari masa ke masa. Akan tetapi jika sahabat belum pernah ke sana, tentu tidak akan memahami sepenuhnya keindahan ini. Mengingat bahwa jalan yang kita tapaki juga pernah ditapaki oleh Rasulullah SAW, menyentuh Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Adam a.s. dan dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim a.s., dan melihat makam Rasulullah SAW beserta dua sahabat yang paling utama.
.
Akan tetapi, ada beberapa insiden kecil yang mungkin tampak seperti kebetulan-kebetulan yang sangat menarik. Aku tidak percaya pada adanya kebetulan yang betul betul tanpa makna. Bagiku, kadang ada kebetulan yang tidak tampak maknanya pada kita, tapi terkadang ada pula kebetulan yang betul-betul mencengangkan sehingga sulit untuk melupakan bahwa ALLAH-lah yang mengatur semuanya.
.
Pergi ke tanah suci InsyaALLAH akan jadi pengalaman tidak terlupakan bagi muslim yang merindukan.
Pergi ke Baitullah memang bukan untuk dibangga-banggakan. Bukan pula untuk menyatakan kesalehan.
Tapi pergi ke sana untuk menunjukkan syukur kepada ALLAH SWT, kerelaan berkorban, dan mengokohkan ketakwaan. Berangkat umroh adalah upaya memperbaiki diri sambil berharap keridhoan Tuhan.
.
Ke Tanah Suci adalah cara menumbuhkan rindu terbaik kita. Dan sebaik-baiknya tujuan kita adalah ke sana…
.
Berangkatlah ke Baitullah 🕋 sahabat…
Jadilah seorang PERINDU, seorang PEJUANG, dan seorang PESYIAR untuk mengajak ke Baitullah…
Itulah yang sedang aku jalani saat ini… Seorang PERINDU BAITULLAH yang berusaha istiqamah mengajak orang ke Haramain, menguatkan niat, memperjuangkan ikhtiar dan mensyiarkan kekhususan Mekkah dan Madinah bagi tiap muslim…
Berangkatlah ke BAITULLAH, sahabatku tersayang…
Caranya? Simak ceritaku…
Malas membaca? Langsung aja kontak WA di atas itu…
Aku tunggu…
Dan yakinlah BAITULLAH juga sedang menunggumu, seperti ALLAH SWT yang menanti kita sambut panggilan-NYA…
Labbaik allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaikk. Innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk. La syarika lak.